Advertisements

Ukuran Piston Tiger : Standar dan Oversize

Ukuran Piston Tiger – Performa mesin motor salah satunya ditentukan oleh komponen piston. Setiap kendaraan bermotor dibekali piston dengan ukuran masing – masing. Untuk megetahui ukuran piston Tiger, silahkan simak artikel berikut.

Berapa ukuran diameter piston Tiger?

Ukuran standar piston Tiger adalah 63,5 mm, dengan pen piston 15 mm. Namun, jika ingin mengganti dengan diameter lebih besar dapat melakukan oversize.

Daftar Isi :

  • Ukuran Diameter Piston Tiger
  • Oversize Piston Motor Honda Tiger
  • Kelebihan dan Kekurangan Oversize Piston Honda Tiger
  • Cara Perawatan Piston Motor Tiger
  • Ciri – Ciri Piston Tiger Rusak
Advertisements

Ukuran Diameter Piston Tiger

Piston atau seher yang dimiliki oleh motor Tiger terkenal awet dan jarang mengalami kerusakan. Ukuran standar diameter piston Tiger adalah 63,5 mm dengan ukuran pen piston 15 mm.

Dengan adanya komponen piston pada motor, maka dapat menahan tekanan gas hasil pembakaran, kemudian meneruskannya ke bagian poros engkol melalui batang seher.

Perlu diketahui bahwa kesalahan perawatan pada piston motor Tiger, dapat berdampak pada usia pemakaiannya. Jika piston atau seher telah mengalami kerusakan, maka Anda harus segera menggantinya, untuk menghindari masalah lain yang ditimbulkan.

Untuk mendapatkan piston dan piston kit baru dengan ukuran standar, Anda dapat membelinya melalui Aplikasi Shopee. Cek ketersediaan produk piston tiger secara online dengan cara klik timbil di bawah ini.

Oversize Piston Motor Honda Tiger

Untuk mengoptimalkan kinerja mesin Tiger, biasanya pemilik motor akan melakukan oversize. Tahukah Anda, apa itu oversize?

Oversize merupakan mengganti piston menjadi lebih besar dengan ukuran tertentu. Oversize biasanya dilakukan pada kendaraan bermotor lama, dengan tujuan mengembalikan performa mesin.

Saat melakukan oversize (os) pada motor Tiger, Anda harus mengetahui berapa penambahan ukurannya. Namun, untuk melakukan oversize ukuran maksimal 100. Apabila lebih dari 100, maka Anda harus melakukan diskusi dengan teknisi ahli, karena dapat menyebabkan efek boring.

Berikut daftar ukuran oversize piston Honda Tiger.

Advertisements
OversizeUkuran Diameter Piston
Oversize 00,00 (Standar atau sesuai pabrikan)
Oversize 250,25 mm
Oversize 500,50 mm
Oversize 750,75 mm
Oversize 1001,00 mm

Apabila ukuran piston std 63,5 mm, kemudian di oversize 25, maka ukuran piston Tiger menjadi 63,75 mm.

Perlu diketahui bahwa, oversize (ov) dan bore up memiliki perbedaan, yaitu pada saat oversize tidak dilakukan penggantian boring, sedangkan bore dilakukan penggantian boring. Selain itu, untuk ukuran oversize terbatas.

Kelebihan dan Kekurangan Oversize Piston Honda Tiger

Saat melakukan oversize piston motor Tiger dapat memunculkan berbagai dampak. Untuk itu, ketahui kelebihan dan kekurangan oversize piston Tiger.

Berikut kelebihan dan kekurangan oversize piston mesin Tiger.

Kelebihan Oversize Piston Tiger

  • Dapat meningkatkan performa mesin
  • Dapat menormalkan kembali kompresi
Advertisements

Kekurangan Oversize Piston Tiger

  • Mesin lebih cepat overheat
  • Hilangnya garansi mesin resmi dari pabrik
  • Timbulnya potensi knocking atau ngelitik pada motor
  • Piston baru rentan mengalami kemacetan

Ciri – Ciri Piston Motor Rusak

Sebelum berdampak ke komponen lain, sebaiknya Anda harus mengetahui ciri – ciri piston motor tidak berfungsi atau rusak.

Berikut ciri – ciri bahwa piston/ seher Tiger telah rusak.

  • Saat motor di tarik gas, keluar asap berwarna putih
  • Performa mesin Tiger menu
  • Konsumsi oli sebagai pelumas boros
  • Suara yang dihasilkan oleh mesin kasar
  • Mesin sulit untuk dinyalakan

Namun, tidak hanya cukup dengan melihat ciri – cirinya saja, tetapi Anda juga harus mengeceknya dengan ahli teknisi, untuk memastikan bahwa piston Anda tekah rusak.

Cara Perawatan Piston Motor Tiger

Untuk menjaga kondisi piston Tiger tetap optimal, dan meminimalisir kerusakan agar lebih awet. Berikut cara perawatan piston motor Tiger.

  1. Gunakan bahan bakar berkualitas

    Langkah utama yang dapat dilakukan untuk menjaga kondisi piston tetap optimal, dan lebih awet, yaitu melakukan pengisian bahan bakar yang berkualitas.
    Hal ini dikarenakan, bahan bakar dengan nilai oktan yang tinggi, dapat menghasilkan hasil pembakaran yang lebih sempurna, dan meminimalkan adanya kerak.

  2. Cek kondisi piston dan ring piston secara rutin

    Dengan melakukan pengecekan pada piston dan ringnya, Anda dapat mengetahui adanya kerusakan atau tidak. Apabila terjadi kerusakan, sebaiknya segera lakukan penggantian akan tidak merusak komponen yang lain.

  3. Lakukan penggantian oli secara rutin

    Untuk waktu penggantian oli, sebaiknya dilakukan secara rutin atau sesuai jadwal. Hal tersebut dikarenakan, oli yang tidak layak digunakan dapat membuat gesekan dinding piston.