Ukuran Per CVT Mio dan Rekomendasi Nya

Ukuran Per CVT Mio – Dalam CVT motor matic terdapat per CVT (Continous Variable Transmission) yang terletak di pulley / puli belakang. Untuk mengetahui fungsi, serta ukuran per CVT Mio, silahkan simak artikel di bawah ini.

Advertisements

Berapa ukuran per CVT Mio standar? Ukuran per CVT Mio adalah kurang lebih 800 RPM (Revolutions Per Minute) yang dapat diupgrade menggunakan ukuran 1000 – 1500 RPM.

Daftar Isi :

  • Ukuran Per CVT Mio
  • Fungsi Per CVT Mio
  • Cara Kerja Per CVT Mio
  • Efek Samping Per CVT Mio Lemah
  • Ciri – Ciri Per CVT Motor Mio Rusak
  • Rekomendasi Per CVT Motor Yamaha Mio
Advertisements

Ukuran Per CVT Mio

Berdarkan informasi yang kami peroleh ukuran per CVT Mio sekitar 800 RPM. Namun, saat melakukan penggantian per CVT motor matic tipe M3 yang masih dalam kondisi standar, sebaiknya menggunakan ukuran 1000 – 1500 RPM.

Sedangkan, ukuran per 2000 RPM hanya direkomendasikan untuk motor mio yang telah mengalami modifikasi mesin.

Perlu diketahui bahwa semakin tinggi angka RPM, maka per akan lebih keras. Per CVT yang terlalu keras dapat membuat akselerasi motor menjadi lebih berat, sehingga membuat sabuk CVT (v-belt) dan roller lebih cepat aus.

Rekomendasi Per CVT Motor Yamaha Mio

Di bawah ini merupakan beberapa rekomendasi per CVT Motor Yamaha Mio.

  • Per CVT Mio J 1500 RPM – KTC, Rp. 119.000
  • Per CVT Mio 1000 RPM – KTC, Rp. 119.000
  • Per CVT Mio M3 1000 RPM – Kytaco, Rp. 138.000
  • Per CVT Racing 1275 RPM (Mio M3), Rp. 115.000
  • Per CVT Original Yamaha Mio, Rp. 35.000.

Jika Anda ingin membeli per cvt dengan harga yang lebih terjangkau, Anda bisa membeli melalui Shopee. Tekan tombol berikut dan lakukan pemesanan untuk mendapatkan gratis ongkir sesuai ketentuan.

Advertisements

Fungsi Per CVT Mio

Komponen per yang terdapat pada puli belakang Yamaha Mio memiliki peran yang penting dalam akselerasi motor yaitu mengatur perbandingan gigi. Pegas CVT ini akan mengatur tingkat kerenggangan pada sliding sheave.

Cara Kerja Per CVT Mio

Per CVT Mio akan bekerja memanfaatkan gaya sentrifugal dari tarikan v-belt / sabuk CVT. Semakin sedikit jumlah putaran gas, maka per Mio akan menekan dudukan piringan bagian belakang (secondary sheave) lebih sempit, sehingga membuat sabuk CVT bergerak ke sisi luar.

Sedangkan, ketika putaran semakin banyak, per CVT akan merenggang, dan membuat sabuk CVT pada pulley belakang bergeser ke arah diameter dalam.

Efek Samping Per CVT Mio Lemah

Di bawah ini merupakan beberapa penyebab per CVT motor Mio melemah.

Advertisements

Kampas ganda lebih cepat aus

Salah satu pengaruh yang ditimbulkan saat pir CVT Mio melemah yaitu kampas ganda akan lebih cepat aus, sehingga membuat tarikan pada motor melemah dan terasa berat. Jika hal ini dibiarkan begitu saja, dapat membuat performa mesin berkurang.

Terjadi penurunan performa mesin

Seperti penjelasan di atas, per CVT yang lemah dapat membuat kemampuan akselerasi motor melemah, karena tarikan pada motor bertambah berat dan tidak nyaman.

Ban belakang motor berputar cepat saat kondisi stasioner

Selain itu, per CVT motor matic yang melemah dapat membuat ban belakang motor berputar kencang saat kondisi mesin stasioner. Hal ini dikarenakan kampas ganda telah teruka.

Secara umum, pada saat mesin motor matic dalam kondisi stasioner, ban belakang akan berputar, tetapi tidak terlalu kencang.

Ciri – Ciri Per CVT Motor Mio Rusak

Setiap komponen kendaraan memiliki batas usia pemakaian untuk dapat bekerja secara optimal. Lalu, kapan waktu harus ganti per CVT?

Penggantian per CVT Mio dapat dilakukan setelah motor mencapai jarak tempuh sekitar 25.000 km – 30.000 km. Selain itu, Anda juga harus sering melakukan pengecekan kondisi CVT, karena panas pada ruang CVT dapat membuat sabuk CVT mudah getas.

Perlu diketahui bahwa seiring dengan waktu pemakaian dapat membuat per CVT semakin melemah. Untuk mengetahui kerusakan yang terjadi pada per CVT, Anda dapat memperhatikan dari tanda – tanda yang ditunjukkan, seperti mulai melemahnya tarikan motor matic secara tiba – tiba.

Selain itu, jika sebelumnya pada CVT tidak pernah terdengar getaran, dan tiba – tiba muncul, hal tersebut juga merupakan ciri – ciri per CVT melemah.

Apabila hal tersebut telah terjadi pada motor Mio, sebaiknya segera lakukan penggantian per CVT. Gunakan per CVT dengan ukuran sesuai kebutuhan untuk motor mesin standar, sebaiknya hindari penggantian ukuran per yang terlalu keras.