8 Resiko Usaha Ayam Geprek dan Cara Mengatasinya

Ketika Anda memulai usaha ayam geprek, Anda harus mempertimbangkan resiko yang bisa terjadi pada usaha Anda. resiko-resiko usaha ini bisa menghambat pertumbuhan usaha Anda atau bahkan bisa membuat usaha Anda bangkrut.

Anda harus mengetahui resiko-resiko ini sehingga Anda bisa mengantisipasinya, dan bisa mempertahankan usaha ayam geprek Anda, dan bahkan bisa membuatnya terus berkembang.

Resiko usaha ayam geprek sepi pembeli

Resiko yang cukup sering terjadi pada usaha ayam geprek adalah resiko usaha sepi pembeli. Sepi pembeli ini bisa dikarenakan beberapa hal, antara lain :

  • Pemilihan lokasi usaha yang tidak strategis
  • Tempat yang tidak terlihat / minim orang lewat
  • Banner yang kurang menarik
  • Strategi marketing yang buruk
  • Kualitas rasa yang buruk sehingga orang tidak kembali
  • Tempat usaha yang terlihat tidak meyakinkan

Dari beberapa penyebab diatas, hal yang paling sering menyebabkan usaha ayam geprek sepi pembeli adalah kesalahan dalam memilih lokasi usaha. Banyak orang mengira bahwa memilih lokasi di pinggir jalan raya saja cukup, padahal Anda juga harus mempertimbangkan jumlah penduduk, daya beli penduduk, dan kebiasaan penduduk, ketika Anda memilih lokasi usaha.

Sehingga potensi usaha Anda bisa menjadi maksimal.

Anda harus tahu cara mencari lokasi usaha yang berpotensi ramai pembeli

Resiko bahan Makanan basi

Resiko umum lainnya ketika Anda memulai usaha ayam bakar adalah resiko makanan basi, hal ini bisa terjadi ketika Anda menyiapkan banyak porsi ayam atau nasi, namun pembeli yang datang sedikit. Makanan sisa atau basi adalah resiko yang umum pada usaha kuliner, Anda harus menyediakan batasan maksimal makanan sisa perhari untuk mengatasi hal ini.

Untuk mengatasi hal ini, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan antara lain :

  • Buatlah monitoring penjualan ayam geprek
  • Catat hari dan tanggal ramai dan berapa banyak orang yang beli
  • Bagian ayam mana yang paling laku
  • Cari tahu cara agar ayam bisa fresh dalam waktu lama.
  • Tentukan jumlah maksimal makanan sisa perhari
  • Analisa perilaku pembeli ketika tanggal tertentu, hari tertentu dan pada cuaca tertentu
  • Optimalkan promosi ke lokasi yang dekat dari warung ayam bakar Anda.

Setelah Anda menganalisa penjualan dan kebiasaan pembeli, Anda bisa memperhitungkan berapa banyak ayam dan nasi, dan bahan minuman yang harus Anda siapkan.

Resiko Bahan Baku Naik

Bahan baku adalah ayam geprek bisa naik dan turun, terutama untuk bahan baku cabai, bawang dan ayam. . Biasanya dalam 1 tahun ada waktu dimana bahan baku naik terutama bahan baku cabai yang biasanya di harga Rp. 20.000 per kilo bisa naik hingga Rp. 90.000 perkilo. Hal tersebut bisa mengurangi margin Anda, bahkan jika margin keuntungan Anda tipis Anda bisa rugi jika bahan baku mendadak naik.

Berikut ini cara mengatasi bahan baku ayam geprek naik :

  • Ambil margin keuntungan agak tinggi, minimal 100% dari HPP
  • Jika harga bahan baku naik terlalu tinggi, kurangi porsi ayam geprek atau sambal ayam geprek, tapi jangan lebih dari 20%. Dan jangan mengubah rasa masakan.
  • Belilah bahan baku secara grosir untuk mendapatkan harga lebih murah
  • Simpan bahan baku dengan baik agar bisa lebih tahan lama.

Jika bahan baku naik sangat tinggi, Anda bisa mengurangi porsi masakan Anda agar Anda tetap untung, namun jangan lebih dari 20%, jika masih dibawah 20% pelanggan Anda akan sulit untuk menyadari bahwa ada pengurangan porsi.

Resiko Persaingan Usaha

Persaingan usaha adalah hal yang lumrah pada usaha, terutama usaha kuliner. Persaingan usaha bisa terjadi antar sesama usaha ayam geprek, atau dengan usaha makanan dengan jenis yang lain. Persaingan usaha itu normal, yang Anda harus lakukan adalah memenangkan persaingan bisnis.

Untuk memenangkan persaingan usaha Anda bisa mekakukan beberapa hal :

  • Banner ayam geprek Anda harus lebih terlihat daripada milik pesaing Anda
  • Gambar ayam geprek Anda harus terlihat lebih enak dibandingkan pesaing Anda
  • Tempat Anda harus terlihat lebih bersih dan nyaman dibandingkan pesaing Anda
  • Makanan Anda harus lebih enak dari pesaing Anda
  • Jangan bersaing harga, pasang harga yang sama dengan kompetitor Anda
  • Lakukan marketing dengan maksimal, terutama iklan facebook dan instagram

Hal terpenting dalam persaingan usaha adalah kualitas rasa ayam geprek Anda, terutama di ayam dan sambal Anda. Anda harus memastikan bahwa rasa ayam goreng dan sambal Anda jauh lebih enak dibandingkan dengan kompetitor Anda.

Jika Anda bisa membuat pelanggan Anda jatuh cinta dengan rasa ayam geprek Anda, mereka akan terus membeli di tempat Anda, karena mereka tahu bahwa ayam geprek Anda rasanya adalah yang terbaik.

Resiko kualitas rasa menurun

Kualitas rasa yang menurun bisa sangat berdampak pada usaha ayam geprek Anda. Penurunan kualitas rasa ayam geprek bisa mengakibatkan pelanggan Anda tidak puas dan bisa berhenti menjadi pelanggan Anda, dan pembeli baru tidak akan kembali membeli karena tidak puas dengan kualitas rasa masakan Anda.

Untuk menghindari penurunan rasa ayam geprek, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan :

  • Gunakan hanya bahan-bahan berkualitas baik dan fresh, terutama ayam, tepung, minyak goreng, cabe dan bawang.
  • Jika rasa ayam geprek Anda sudah maksimal, maka jangan rubah resep Anda.
  • Anda hanya boleh mengubah resep Anda jika resep baru Anda memiliki kualitas rasa jauh lebih enak.
  • Fokus pada kualitas sambal ayam geprek Anda, karena ini yang menentukan rasa ayam geprek.
  • Jika Anda terlanjur menggunakan bahan berkualitas rendah, lebih baik jangan dijual ke pelanggan.
  • Jangan menjual ayam geprek terlalu murah, karena jika keuntungan Anda tipis Anda akan kesulitan membeli bahan baku berkualitas karena harganya lebih mahal.

Hal terpenting dalam usaha ayam geprek bukanlah harga yang murah, tapi rasa masakan yang maksimal. Orang cenderung membeli makanan yang enak meskipu sedikit lebih mahal, dibandingkan lebih murah tapi rasa kurang enak.  

Resiko pelanggan tidak puas

Pelanggan tidak puas bisa diakibatkan beberapa hal, antara lain :

  • Rasa ayam geprek yang kurang maksimal
  • Harga ayam geprek tidak sebanding dengan kualitas ayam geprek yang didapat
  • Pelayanan lama
  • Lingkungan, meja dan peralatan makan yang kotor
  • Pelayanan yang tidak ramah
  • Musik yang dimainkan di warung terlalu keras atau genrenya tidak disukai
  • Tempat yang tidak nyaman

Dari hal diatas, hal yang paling sering mengakibatkan pelanggan tidak puas adalah Rasa masakan, dan pelayanan yang lama, serta tempat yang tidak nyaman.

Untuk itu Anda harus memastikan bahwa kualita rasa masakan Anda harus sangat maksimal, dan lebih enak dibandingak dengan kompetitor Anda atau dengan warung lain yang bukan ayam geprek.

Resiko kehabisan uang

Usaha ayam geprek bisa mengalami resiko kehabisan uang, terutama jika modal yang Anda miliki tidak banyak. Ketika Anda kehabisan modal, maka Anda akan bangkrut. Untuk itu Anda harus selalu menjaga cashflow Anda tetap lancar.

untuk menghindari resiko kehabisan uang pada usaha ayam geprek, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan :

  • Kurangi fixed cost (biaya tetap)
  • Kurangi biaya operasional yang tidak penting
  • Pisahkan antara keuangan bisnis dan keuangan pribadi
  • Catat pengeluaran dan pemasukan
  • Tekan biaya seminim mungkin terutama biaya yang tidak terlalu penting
  • Buat perencanaan pengeluaran, pastikan semuanya efektif
  • Tingkatkan penjualan ayam geprek

Hal yang paling sering menyebabkan pebisnis kuliner kehabisan uang adalah penjualan yang sedikit dan fixed cost yang tinggi. Fixed cost adalah biaya yang harus Anda bayarkan tidak perduli Anda rugi atau untung dan biaya tersebut nominalnya tetap setiap bulan. Contoh biaya fixed cost (biaya tetap) usaha ayam geprek antara lain : biaya karyawan, biaya sewa kios, biaya listrik.

Sebisa mungkin minimalisir fixed cost, dan naikan penjualan ayam geprek Anda.

Catat semua pengeluaran bisnis Anda, mulai dari biaya listrik, biaya bahan bakar untuk belanja, dan biaya yang lain, dari catatan tersebut Anda bisa analisa mana pengeluaran yang bisa ditekan. Misal Anda bisa menekan biaya transportasi belanja dengan belanja seminggu sekali, atau meminta suppplier untuk mengantarkan bahan baku ke warung Anda.

Salah perhitungan harga ayam geprek

Resiko salah perhitungan harga biasanya terjadi di awal sebelum memulai usaha ayam geprek, hal ini terjadi biasanya karena pengusaha ayam geprek hanya menghitung HPP makanan ayam geprek saja, tidak menghitung biaya lain-lain yang menaikkan HPP, misal seperti kotak untuk bungkus ayam geprek, kresek, peralatan kebersihan, iuran warga, iuran kebersihan, retribusi pemerintah.

Untuk menghindari resiko salah perhitungan harga, Anda harus membuat perhitungan dengan sangat rinci terlebih dahulu sebelum Anda menentukan harga ayam geprek Anda.

Namun jika Anda terlanjur memasang harga terlalu murah, Anda bisa menaikkan harga ayam geprek Anda secara bertahap, Anda bisa mencari moment seperti waktu kenaikan harga cabe, tomat, atau setelah hari raya.

 Resiko karyawan tidak jujur

Karyawan yang tidak jujur adalah salah satu resiko usaha ayam geprek, hal ini terjadi biasanya karena keamanan warung yang kurang bagus, tidak adanya audit, atau pengawasan yang benar. Selain itu proses perekrutan karyawan yang tidak maksimal juga bisa menjadi penyebab pengusaha ahirnya salah rekrut orang yang berkelakuan kurang baik.

Untuk mengatasi karyawan yang tidak jujur ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan :

  • Rekrut lah dengan banyak pertimbangan, jangan terburu-buru
  • Buat SOP yang jelas
  • Buat sistem monitoring dan audit
  • Pasang CCTV
  • Minta karyawan untuk membuat laporan rutin harian

Kesimpulan

Usaha ayam geprek memiliki resiko-resiko yang harus diperhatikan, namun yang paling fatal adalah resiko tidak laku dan resiko kualitas makanan yang menurun, untuk itu Anda harus menaikkan penjualan Anda dan mengurangi pengeluarna Anda.