Tarif Pajak Progresif Motor Dan Mobil di Jakarta GEDE BANGET

Penting !!! : Untuk cek Pajak Secara akurat, sesuai plat nomor anda, silahkan gunakan aplikasi cek pajak kendaraan berikut,

Pajak adalah salah satu kewajiban yang harus dibayarkan oleh semua rakyat indonesia, salahs atunya adalah pajak kendaraan bermotor. Pajak kendaraan memiliki dasar tarif yang sudah disusun oleh pemerintah yaitu pada UU No. 28 tahun 2009 dimana besarnya tarif pajak kendaraan priabadi adalah minimal 1% dan maksimal adalah 2% dari NJKB.

Masalahnya adalah adanya pajak progresif, dimana pajak akan meningkat apabila ada lebih dari 1 motor yang ber atas nama orang yang sama atau dengan alamat yang sama (1 KK).

Pajak Progresif di jakarta besarnya jauh lebih besar daripada di provinsi lain, berikut ini adalah perbandingan tarif pajak progresif di Jakarta dan di provinsi lain.

Pajak Progresif Jakarta Dibandingkan Provinsi Lain

Kendaraan keJakartaWilayah Lain
12%1,50%
22,5%2%
33%2,5%
43,5%3%
54%3,5%
64,5%3,5%
75%3,5%
85.5%3,5%
96%3,5%
106,5%3,5%
117%3,5%
127,5%3,5%
138%3,5%
148,5%3,5%
159%3,5%
169,50%3,5%
1710%3,5%
Seterusnya 10%3,5%

Kenapa Pajak Progresif Jakarta lebih mahal?

Alasan utama kenapa pajak progresif di jakarta itu mahal adalah karena pemerintah jakarta ingin mengurangi jumlah kendaraan yang ada di jakarta, karena ini adalah salah satu biang kemacetan dan kesemrawutan kota.

Bahkan pemerintah membuat sebuah tweet di akun instagram nya yang meneyebutkan bahwa “Kalo tidak ingin kena pajak progresif ya cuku 1 motor dan 1 mobil”

sedangkan untuk penghitungan pajak sendiri anda bisa cek tweet mereka dibawah ini

Lalu bagaimana solusi Mengatasi Pajak Progresif Yang mahal ini?

Ada beberapa langkah yang bisa anda lakukan untuk mengatasi hal ini.

1. Sesuaikan Jumlah Kendaraan dengan Kebutuhan anda

Hal yang pertama adalah anda harus mengetahui berapa kebutuhan kendaraan anda?

Jika anggota keluarga anda hanya 3 orang, maka motor 1 dan mobil 1 mungkin sudah cukup untuk anda, namun jika anda memiliki lebih banyak anggota keluarga, anda mungkin harus menambah kendaraan, namun usahakan sebisa mungkin hanya memiliki 1 atau 2 kendaraan saja.

Intinya jangan Membeli kendaraan jika tidak butuh.

2. Langsung Balik Nama Jika menjual Kendaraan

Apabila anda ingin mengganti kendaraan anda, dan anda harus menjual kendaraan yang lama, pastikan kendaraan yang anda jual tersebut sudah di atas namakan pemilik barunya.

Hal ini agar ketika anda membeli kendaraan baru, kendaraan tersebut tidak tercatat sebagai kendaraan kedua anda.

3. Pisah KK dengan anak anda yang sudah menikah

Hal selanjutnya untuk menekan biaya pajak, anda bisa memisahkan KK anak anda jika dia sudah menikah, sehingga kendaraan milik anak anda tidak dianggap kendaraan progresif anda.

Kesimpulan

Pajak yang progresif ini digunakan oleh pihak pemerintah jakarta untuk menurunkan jumlah kendaraan yang ada di jakarta, selain untuk mengurangi kemacetan, hal ini juga bisa untuk mengurangi jumlah polusi udara di jakarta yang semakin tebal.

Tinggalkan komentar


pemerintahkota