Cara Blokir STNK Online Serta Syarat Nya

Blokir STNK Online – Memblokir STNK untuk motor dan mobil bisa dilakukan di kantor Samsat. Namun dengan berkembangnya teknologi, sekarang blokir STNK juga bisa dilakukan secara online.

Advertisements

Pemblokiran STNK tersebut dilakukan agar pemilik kendaraan yang telah menjual kendaraannya tidak terkena pajak progresif.

Lalu bagaimana cara blokir STNK online? Cara blokir STNK online adalah melalui situs Pajak Online.

Untuk mengetahui informasi lengkap tentang cara blokir STNK online, silahkan Anda baca penjelasannya di bawah ini.

Daftar Isi :

  • Syarat Blokir STNK Online
  • Cara Blokir STNK Online
  • Jenis Kendaraan yang Harus diblokir STNK
  • Pentingnya Melakukan Blokir STNK

Syarat Blokir STNK Online

Beberapa persyaratan yang dibutuhkan untuk melakukan blokir STNK secara online antara lain:

  • Fotocopy KTP pemilik kendaraan
  • Fotocopy STNK atau BPKB
  • Fotocopy Kartu Keluarga
  • Surat penyerahan atau bukti pembayaran
  • Surat pernyataan atau bukti pembayaran

Pemblokiran STNK online hanya bisa dilakukan jika semua persyaratan tersebut telah lengkap. Jika syarat tidak lengkap, maka Anda harus datang ke kantor Samsat induk dimana kendaraan tersebut terdaftar.

Anda hanya perlu mengunggah semua data kendaraan saat melakukan proses pemblokiran onlinenya.

Cara Blokir STNK Online

Proses yang dibutuhkan untuk melakukan blokir STNK online tidak membutuhkan waktu yang lama. Berikut ini cara blokir STNK atas kendaraan dijual secara online:

  1. Kunjungi situs Pajak Online.

    Pertama, Anda harus membuka situs pajak online melalui ponsel ataupun komputer. Untuk wilayah Jakarta, Anda bisa membuka website https://pajakonline.jakarta.go.id

  2. Buat akun pada menu Pendaftaran Wajib Pajak.

    Setelah membuka website tersebut, silahkan klik bagian “Pendaftaran Wajib Pajak” untuk membuat akun. Kemudian pastikan pengisian data yang diminta tersebut sesuai dengan KTP.

  3. Log in dengan akun baru tersebut di situs Pajak Online.

    Setelah akun Anda selesai dibuat, silahkan lakukan aktivasi melalui pesan yang dikirim melalui email Anda. Jika sudah, silahkan kembali ke halaman pertama situs Pajak Online untuk log in.

  4. Klik menu PKB.

    Jika sudah berhasil log in, klik kolom PKB yang berada di kiri layar. Kemudian akan muncul informasi tentang kendaraan yang Anda miliki.

  5. Tekan bagian Pelayanan > Permohonan Lapor Jual

    Setelah muncul informasi tentang kendaraan Anda yang akan diblokir, kemudian klik bagian pelayanan. Setelah itu pilih jenis pelayanan “Permohonan Lapor Jual”. Pilih kendaraan mana yang akan diblokir dengan klik “Ajukan Lapor Jual”.

  6. Isi formulir lapor jual

    Setelah formulir lapor jual muncul di layar, isi formulir tersebut sesuai dengan data diri Anda sebagai penjual dan data diri pembeli kendaraan. Pastikan semua data yang Anda isi benar dan sesuai dengan KTP.

  7. Upload semua dokumen persyaratan yang dibutuhkan.

    Selanjutnya, Anda harus mengunggah seluruh dokumen persyaratan tersebut. Untuk surat lapor jual bisa Anda unduh setelah pengisian Formulir Lapor Jual selesai. Semua dokumen tersebut harus diupload secara lengkap.

  8. Tunggu proses selesai

    Setelah semua proses tersebut selesai dilakukan, silahkan tekan simpan dan tunggu hingga proses pengajuan pemblokiran diproses. Jika pemblokiran kendaraan tersebut telah berhasil, maka informasinya akan dikirim melalui email Anda atau Anda bisa melihatnya di kolom PKB.
    Setelah melakukan pemblokiran, Anda bisa melihat perubahan status kendaraan tersebut. Anda juga bisa cek ulang melalui situs tersebut ataupun kantor Samsat domisili kendaraan tersebut.

Jenis Kendaraan yang Harus diblokir STNK

Berikut adalah beberapa jenis kendaraan yang harus dilakukan blokir STNK oleh pemiliknya, antara lain:

  • Kendaraan telah dijual
  • Kendaraan dihibahkan atau diwariskan
  • Kendaraan hilang

Jika kendaraan Anda termasuk dari salah satu yang disebutkan di atas, maka segera lakukan pemblokiran  STNK kendaraan.

Pentingnya Melakukan Blokir STNK

Pemblokiran STNK penting dilakukan untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan, salah satunya adalah terkena pajak progresif.

Pajak progresif merupakan pajak yang dikenakan kepada seseorang yang memiliki kendaraan lebih dari satu atas nama yang sama. Tarif pajak progresif tersebut telah diatur dalam Peraturan Perundang – Undangan

Untuk menghindari terkena pajak progresif, maka seseorang yang telah menjual kendaraannya kepada orang lain harus melakukan blokir STNK secara online ataupun di Kantor Samsat.